"sepiro rekosomu, semono olehmu"
tidak lah asing dengan maqolah itu, bukan?
Santri lirboyo identik dengan kata "mempeng"
menjadi salah satu motto santri
dengan tirakatnya mbah Yai Abdul Karim
yang tirakat selama 3 tahun
tahun pertama, mentirakati para masayikh lirboyo
tahun kedua, mentirakati diri sendiri
yang ketiga, mentiakati SANTRInya
dan pastinya nggak asing juga dengan maqolah ini
"Santri gak usah tirakat nemen-nemen,
mergane biyen wis ditirakati kyai ne"
banyak santri yang salah dalam memahani maqolah itu,
mereka para santri meremehkan yang namanya tirakat
dengan berpegang teguh pada maqolah itu
mereka tak ada usaha sedikitpun untuk memperjuangkan masa depannya
fikir mereka
dengan mondok dan di tirakati oleh kyai nya
masa depan mereka akan tertata rapi
(masa depan seseorang itu tidak bisa dipastikan)
bukan maksd meremehkan tirakatnya seorang Kyai
tetapi jika di fikir logika,
santri ditirakati kurang lebih 1 tahun,
santri itu jama' dan nakiroh
memangnya santri mbah Yai itu hanya 1 / 2 orang aja?
tidak kan?
salah,
jika seorang santri itu mengandalkan tirakat dari Kyainya SAJA,
harus dibarengi dengan usaha dan tirakat dari santrinya juga
Dia?
sejauh ini ku lihat, ENTAH
percuma orangtua mu menghijrahkan mu
percuma orangtua mu membiayaimu
percuma kerja keras orangtua mu
percuma kamu meninggalkan kota tempat tinggalmu
dan orang orang yang menginginkanmu kembali dengan sebuah harapan
percuma juga . .
aku MENGHARAPKANMU
creat : amts
Tidak ada komentar:
Posting Komentar